DIULAS.com

REKOMENDASI

Trump hapus berita pelarangan Muslim masuk AS dari situs resminya?

  • Reporter:
  • Kamis, 10 November 2016 | 21:28
  • / 9 Safar 1438
  • Dibaca : 208 kali
Trump hapus berita pelarangan Muslim masuk AS dari situs resminya?

diulas.com – Kemenangan Donald Trump pada pilpres AS menutup rangkaian pesta demokrasi rakyat negeri Paman Sam itu. Namun ada satu hal unik yang perlu disoroti pasca terpilihnya Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang baru, yaitu dicabutnya aturan pelarangan Muslim memasuki AS.

 

Donald Trump, menutup seluruh perhelatan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) dengan kemenangan. Dia berhasil mempecundangi Hillary Clinton dengan memperoleh 279 electoral college, sedang rivalnya hanya mendapat 228 electoral college.

 

Usai merayakan pesta kemenangan di markas kemenangannya, tim sukses taipan properti AS tersebut langsung menghapus sejumlah pernyataan kontroversialnya selama kampanye. Salah satunya mengenai rencana larangan umat Islam masuk ke negara adidaya tersebut yang tercantum dalam situs resminya.

 

Dilansir harian Independent, Kamis (10/11), penghapusan pernyataan itu diduga dilakukan saat malam perayaan kemenangan Trump. Laman tersebut memuat pernyataannya pada Desember 2015 lalu yang menyebut Muslims telah dicabut total.

 

Laman tersebut kini dialihkan ke laman lain, di mana pengunjung diarahkan untuk memberikan sumbangan terhadap kampanyenya.

 

Padahal, laman tersebut masih terpampang dalam situs resmi milik Trump di pagi hari saat pemilihan akan berlangsung. Dan perubahan langsung terjadi pada malam di hari yang sama.

 

Pernyataan itu disampaikan Trump sesaat setelah serangan teroris di Paris, Prancis pada November 2015 lalu. Saat itu, Trump menyampaikan belasungkawa dan menyatakan akan melarang semua orang Islam masuk ke negerinya, sampai dia mengetahui apa yang sedang terjadi.

 

Sejak itu, baik Trump maupun tim suksesnya terus mempertahankan kalimat tersebut, dan menyebut keamanan untuk warga Amerika Serikat adalah harga mati, dan bukan untuk mendiskriminasi umat agama lain. Video dan pernyataan terkait itu diunggah ke situs kampanye Trump.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Lanjut Baca → 1 2

Tambah wawasan yuk, baca artikel Selanjutnya:

loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional