DIULAS.com

REKOMENDASI

Mengenal Weton, Penanggalan Jawa yang Lahir dari Tradisi Kejawen

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Desember 2016 | 17:01
  • / 7 Rabiul Uula 1438
  • Dibaca : 278 kali
Mengenal Weton, Penanggalan Jawa yang Lahir dari Tradisi Kejawen

DIULAS.com – Hari kelahiran dalam bahasa jawa dikenal dengan sebutan Weton atau Wedal. Weton ini bermula dari kebudayaan Jawa yang berkembang pada masa perkembangan agama Hindu atau lebih dikenal dengan sebutan tradisi Kejawen.

Ilmu ini diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang berdasarkan pengamatan sehari-hari pada keadaan alam yang dikaitkan dengan kejadian-kejadian dalam kehidupan. Weton sendiri terdiri dari tujuh hari dalam kalender masehi seperti yang dikenal selama ini dan lima hari pasaran, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Masing-masing hari dan pasaran memiliki nilai khusus (neptu). Setiap ‘hari’-nya juga memiliki watak, simbolisasi dan sifatnya masing-masing yang biasanya merupakan manifestasi dari simbol hari tersebut. Jadi Weton sering dihubung-hubungkan dengan ramalan mengenai karakter dan kepribadian seseorang.

Mitosnya, Weton ternyata sangat berpengaruh terhadap nasib manusia, seperti bisa merubah nasib baik dan buruk seseorang. Menurut kepercayaan orang Jawa, hal tersebut sangat dipengaruhi oleh Weton, yaitu hari dan pasaran pada saat manusia dilahirkan ke alam dunia. Jika Anda percaya, berikut ini adalah weton dan sifat-sifatnya berdasarkan hari yang dikutip dari mampirkesinidulu, Kamis 24 November 2016.

Senin

Lambang : Bunga

Sifat : Tidak pelit, ikhlas hati dalam memberi, tidak bisa menyimpan uang, senang membela kebenaran, mudah tersinggung, dan tidak pandai bicara.

Selasa

Lambang : Api

Sifat : Mudah terpengaruh, tidak mempunyai pendirian tetap, gampang naik darah, tidak sabaran, dan selalu mau menang sendiri.

Rabu

Lambang : Daun

Sifat : Pendiam namun kalau sudah bicara tidak terduga, tidak suka mencampuri urusan orang lain, baik hati, suka menolong dan banyak rezeki.

Kamis

Lambang : Angin

Sifat : Pendiriannya tidak tetap, suka dipuji, mudah emosi, mudah terbujuk oleh rayuan halus dan tidak sabaran.

Jumat

Lambang : Air

Sifat : Disukai orang banyak, kuat mental, suka menolong, suka memberi nasehat yang baik dan suka mempelajari ilmu pengetahuan.

Sabtu

Lambang : Bumi

Sifat : Giat bekerja, rajin pandai mencari rezeki, ditakuti orang banyak, pandai menempatkan diri dan bisa menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik.

Minggu

Lambang : Mega/ awan

Sifat : Pandai bergaul, disukai orang banyak, berjiwa besar, suka merendahkan diri, pandai berbicara dan dapat mengatasi masalah yang dihadapinya dengan baik.

Terlepas dari semua sifat di atas, penggunaan weton menurut ajaran agama Islam termasuk ke dalam Shaffar, yaitu, larangan bulan, hari, weton, hari tertentu. Di kalangan masyarakat Indonesia, masih banyak yang mempercayai bulan dalam setahun, hari dalam seminggu, weton (jawa), ada hari dimana seseorang tidak boleh melakukan aktivitas apapun, misalnya membangun rumah, menikah, berdagang pada hari tertentu.

Weton menentukan jodoh

Orang Jawa percaya, jodoh ada di dalam hitungan tradisi, adat, dan kebiasaan sangat diperhatikan. Beberapa orang modern yang tidak percaya pada tradisi mereka, terpaksa harus menikah tanpa restu orangtua lantaran banyak orangtua yang masih memegang teguh prinsip neptu jodoh.

Menurut Jawa, apabila hitungan jodoh yang didasarkan pada neptu dan weton itu baik, maka para mempelai akan menjumpai kebahagiaan luar biasa pada masa yang akan datang hingga menjadi kakek-nenek.

Namun jika neptu dan weton yang dihitung dengan penjumlahan masing-masing ternyata hasilnya jelek, maka rumah tangga ke depannya akan berantakan bahkan ajal bisa mendahului takdir kematian yang ditetapkan Tuhan.

sumber: Otonomi.co.id

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Tambah wawasan yuk, baca artikel Selanjutnya:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional