DIULAS.com

REKOMENDASI

5 Teori ilmuwan tentang keberadaan Tuhan, surga, dan neraka

  • Reporter:
  • Sabtu, 24 September 2016 | 19:10
  • / 21 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 2602 kali
5 Teori ilmuwan tentang keberadaan Tuhan, surga, dan neraka

Diulas.com – Hidup, Mati, Surga, Neraka, Malaikat, Iblis merupakan sesuatu yang menjadi misteri, sesuatu yang kita yakini ada namun tak bisa kita saksikan. Menurut Stephen Hawking, fisikawan paling terkenal di dunia, setelah otak manusia bekerja untuk terakhir kalinya alias kematian bagi manusia, tidak ada hal lain yang menunggu manusia di ‘alam’ lain. Tidak ada yang namanya surga atau neraka di mata manusia yang diklaim paling jenius ini. Bagi Hawking, otak manusia tak ubahnya seperti komputer yang akan berhenti bekerja saat komponen-komponen utamanya rusak. “Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati bagi komputer yang rusak. Anggapan soal keberadaan surga itu hanyalah dongeng belaka,” ujar Hawking. Menariknya, ada banyak ilmuwan selain Hawking yang percaya bila surga, neraka, dan yang paling utama, Tuhan, itu nyata dan bisa dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Nah, berikut ini adalah ilmuwan dan teori kontroversial mereka seputar Tuhan, surga, dan neraka.

1. Rumus keberadaan Tuhan rumus-keberadaan-tuhan-rev1 Leonhard Euler adalah matematikawan sekaligus fisikawan terkemuka dari Swiss. Pria yang lahir tanggal 15 April 1707 ini sangat tertarik dengan kalkulus, optik, dan astronomi. Euler dikenal sebagai ilmuwan sekaligus pemeluk agama yang taat. Hal ini dibuktikan dengan kemenangannya mengalahkan filsuf atheis dari Prancis, Denis Diderot, di sebuah argumen soal keberadaan Tuhan. Euler memenangkan adu opini dengan memaparkan rumus “{a+b^n}/{n}=x” untuk menjelaskan keberadaan Tuhan. Sayangnya belum ada penjelasan secara detail dari rumus ini. Selain Euler, Kurt Friedrich Godel, matematikawan asal Amerika yang lahir di Austria, juga menelurkan ‘Teorema Tidak Lengkap’ yang menegaskan keberadaan Tuhan. Teori ini kemudian berkembang dengan dua bagian utama, yakni ‘kebutuhan’ dan ‘peluang’. Berdasarkan penelitian Universitas Stanford, teori Godel menyatakan bila Tuhan adalah zat yang paling agung dan ada di setiap pemikiran manusia. Nah, secara otomatis kita memercayai adanya Tuhan bila kita yakin di luar sana ada zat lebih hebat dari apapun. Oleh sebab itu, keberadaan Tuhan bisa dikatakan absolut.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Lanjut Baca → 1 2 3 4 5

Tambah wawasan yuk, baca artikel Selanjutnya:

loading...

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional