DIULAS.com

REKOMENDASI

Kisah Mbah Dul Kumpulkan Uang Untuk Beli Kain Kafan dan Nisan Sangat Menyentuh Hati

  • Reporter:
  • Kamis, 5 Januari 2017 | 10:46
  • / 6 Rabiul Akhir 1438
  • Dibaca : 38 kali
Kisah Mbah Dul Kumpulkan Uang Untuk Beli Kain Kafan dan Nisan Sangat Menyentuh Hati

DIULAS.com – Kisah ini datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari seorang nenek tua renta yang berjuang untuk hidup dengan berjualan kacang di Alun Alun Utara. Kisah ini menjadi viral di media sosial. Mbah Dul, itulah namanya, ia rajin mengumpulkan uang dari hasil berjualan kacang bukan untuk membeli perhiasan, rumah atau sepeda motor, melainkan untuk membeli kain kafan dan batu nisan.

Kisah yang mengingatkan netizen agar tak hanya memikirkan kehidupan dunia itu diviralkan oleh netizen Momo Doang di grup Info Cegatan Jogja.

Ia mengaku bertemu penjual kacang berusia 80 tahun itu pada Senin (2/1/2017) sore.

Mbah Dul tinggal di jalan Wonosari, yang masuk wilayah Piyungan, Kabupaten Bantul. Ia pergi ke Alun Alun Utara menumpang bus angkutan umum.

Wanita sebatang kara itu mengambil dari seseorang dan menjualnya seharga Rp 5.000

Momo merasa terharu kacang rebus Mbah Dul bukan buatannya sendiri. Wanita sebatang kara itu mengambil dari seseorang dan menjualnya seharga Rp 5.000.

Uang hasil jualan tak hanya sekadar dipakai makan. Mbah Dul mengumpulkan uangnya untuk membeli kain kafan dan batu nisan bila ia meninggal kelak.

Saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Momo menuturkan tak tahu secara pasti sejak kapan wanita lanjut usia tersebut berjualan di kawasan sekitar Kraton.

Ia mengaku akan berkunjung ke sana lagi karena ada titipan dari seorang teman yang harus disampaikan pada Mbah Dul.

Berikut postingan lengkap Momo…

Cerita tadi sore.

Tadi sehabis maghrib saya berniat ke keraton Yogyakarta untuk sekedar melepas kangen pada bangunan termegah di kota ini.

Setelah beberapa kali membidikan lensa ke arah keraton dan Altar lensa saya tertarik mengarah ke suatu pemandangan yang cukup menarik yaitu seorang nenek yang sedang berjualan kacang rebus.

Setelah saya menghampiri dan sedikit mengobrol ternyata beliau bernama mbah dul berusia 80 tahun yang bertempat tinggal di piyungan jl.wonosari setiap hari beliau berjualan di depan keraton dan beristirahat di pendopo sebelah timur altar untuk pulang ke esokan harinya dengan menaiki bus.

Sembari air matanya mengalir beliau bercerita ternyata kacang rebus jualanya bukan miliknya sendiri tetapi mengambil dari seorang juragan dan di jual 5000 rupiah setiap bungkusnya yang membuat saya nyesek ketika beliau bercerita bahwa uang yang beliau dapat di kumpulkan untuk membeli kain kafan untuk membungkus jenazahnya kelak dan sekarang sedang mengumpulkan uang untuk membeli batu nisan beliau hidup tanpa suami maupun putra dan tinggal di sebuah gubug buatan saudaranya.

Maaf saya tidak bermaksud apapun hanya ingin sekedar berbagi cerita di sudut kota kita tercinta ini dengan berbagai permasalahan yang akhir-akhir ini hangat di perbincangkan monggo bisa kita ambil hikmah dari cerita tersebut untuk kita renungkan bersama agar lebih menghargai hidup agar lebih baik dari sebelumnya.

 

Terimakasih dan semoga bisa kita ambil hikmahnya.

sumber: Tribunnews.com

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Tambah wawasan yuk, baca artikel Selanjutnya:

loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional